Jenis obat tradisional
Pengertian obat tradisional menurut peraturan menteri kesehatan RI No. 179/MENKES/per/VII/1976 menyatakan bahwa yang dimaksud sebagai obat tradisional adalah obat jadi atau obat terbungkus yang berasal dari alam, baik tumbuh-tumbuhan, hewan, mineral atau campuran dari bahan-bahan tersebut , yang belum mempunyai data klinis dan dipergunakan dalam usaha pengobatan berdasarkan pengalaman. Jenis obat tradisional ada 3 macam yaitu jamu, obat ekstrak alam, dan fitofarmaka.
Jamu adalah obat tradisional yang disediakan secara tradisional, misalnya dalam bentuk serbuk seduhan, pil, maupun cairan yang berisi seluruh bahan nabati atau hewani yang menjadi penyusun jamu tersebut serta digunakan secara tradisional. Biasanya jamu diramu dengan mengacu pada resep peninggalan leluhur. Jamu yang telah digunakan selama berpuluh-puluh tahun telah membuktikan keamanan dan manfaat secara langsung untuk tujuan kesehatan, walaupun tidak dibuktikan secara klinis, tetapi cukup secara empiris.
Obat herbal terstandar adalah obat tradisional yang disajikan dari ekstrak bahan alam yang dapat berupa tumbuhan obat, hewan, maupun mineral. Untuk melaksanakan proses ini dibutuhkan peralatan yang lebih kompleks dan berharga relative mahal, ditambah dengan tenaga kerja yang mendukung proses pembuatan ekstrak. Dan obat tradisional jenis ini telah ditunjang dengan pembuktian secara ilmiah.
Fitofarmaka adalah bentuk obat tradisional dari bahan alam yang dapat disejajarkan dengan obat modern karena proses pembuatannya yang telah terstandar, ditunjang dengan bukti ilmiah sampai dengan uji klinik pada manusia.
Jadi, jenis obat tradisional ada 3 yaitu jamu, obat ekstrak alam, dan fitofarmaka. Yang setiap jenis obat tradisional memiliki ciri khas masing-masing. Masyarakat juga bisa didorong untuk menggunakan obat tradisional yang sudah dibuktikan secara ilmiah dan memiliki efek samping yang relatif sangat rendah.
Efek mengkonsumsi antibiotik
Penggunaan antibiotik tidak boleh sembarangan, karena tanpa dosis yang tepat, membuat bakteri yang hidup menjadi lebih resisten terhadap antibiotik, sehingga harus dengan pengawasan dokter. Efek yang bisa ditimbulkan dari mengkonsumsi antibiotik tanpa pengawasan dokter antara lain: reaksi alergi misalnya kulit memerah dan gatal-gatal. Yang parah terjadi syok yang dapat berakibat kematian. Efek lainnya, bisa menimbulkan kelainan susunan saraf dan penurunan atau penaikan tekanan darah, sesak nafas, tuli, dan gangguan keseimbangan badan, kelainan penglihatan mata, kencing darah, serta penyakit kuning. Read the rest of this entry »
Obat bebas
Obat bebas biasa disebut juga golongan obat OTC (Over the Counter Drug). Obat bebas adalah obat yang dijual bebas tanpa menggunakan resep dokter. Obat bebas ini terbagi dalam dua jenis yaitu obat bebas dan obat bebas terbatas. Obat bebas ditandai dengan lingkaran hitam dengan warna hijau didalamnya, sedangkan obat bebas terbatas berwarna biru. Read the rest of this entry »
Obat-obat yang sebaiknya dihindari ibu menyusui
Pada keadaan menyusui, obat dalam darah ibu juga dapat masuk kedalam air susu ibu dan tertelan bayi. Pada sebagian obat, penggunaan obat pada ibu menyusui menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Ini terjadi karena pada bayi baru lahir, terutama pada tiga bulan pertama, sistem enzim dan organnya belum sempurna untuk menetralisasi obat yang masuk. Bentuk efek samping obat ini juga bermacam-macam, selain bergantung jenis obat juga jumlah dan lama pemakaian obatnya. Efeknya antara lain berupa mengantuk sehingga bayi menghentikan minum ASI, diare, ruam, keracunan sumsum tulang, kegugupan. Obat-obat yang sebaiknya dihindari pada ibu menyusui adalah: Read the rest of this entry »
Obat yang berbahaya bagi janin
Pemakaian obat pada ibu hamil dapat berpengaruh terhadap embrio atau janin yang dikandungnya, disebabkan karena obat yang beredar dalam darah ibu juga dapat masuk kedalam janin. Pengaruh obat terhadap janin bergantung pada jenis, jumlah, dan kapan obat tersebut digunakan (umur kehamilan). Sebagian obat memberikan pengaruh yang buruk bagi janin seperti sumbing, hidrosefalus, gigi kuning, kelumpuhan pernapasan dan berbagai cacat lain, bahkan ada yang dapat menyebabkan keguguran. Obat-obat yang berbahaya bagi janin (teratogenik) dapat dibedakan menjadi tiga tingkatan yaitu: Read the rest of this entry »
Tips menyimpan obat
Obat sangat rentan terhadap kerusakan dan salah penggunaan. Karena besarnya akibat yang ditimbulkan karena mengkonsumsi obat yang salah, maka kita harus berhati-hati dan teliti dalam menggunakan dan menyimpan obat. Berikut tips menyimpan obat yang aman: Read the rest of this entry »
Mandi air asin untuk menghilangkan toksin
Mandi air asin adalah salah satu cara untuk menghilangkan toksin dan mengurangi kelebihan berat badan. Caranya adalah sebagai berikut: Read the rest of this entry »
Cara mengobati mulas
Perut mulas sering disebabkan oleh terjadinya penciutan yang tidak terkontrol pada otot-otot dinding perut, sehingga menyebabkan sakit dan mengganggu. Cara mengobati mulas, dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Read the rest of this entry »
Fakta mengenai merokok
Fakta mengenai merokok berikut ini: Read the rest of this entry »
Apa itu glukoma?
Apa itu glukoma? Glukoma adalah suatu kelompok penyakit mata. Penyakit ini meliputi tekanan mata yang terlalu tinggi bagi kesehatan mata, kerusakan pada saraf optik, dan hilangnya bidang (penglihatan)visual. Glukoma biasanya tak disertai gejala dan tanda-tanda khusus. Padahal jika glukoma tidak diatasi, dapat terjadi kebutaan total. Read the rest of this entry »